Upaya Penanganan Banjir Citarum Hulu

Banjir di Citarum Hulu merupakan masalah klasik yang hingga saat ini masih diupayakan solusi yang komprehensif oleh pemerintah.  Banjir di Sungai Citarum ini merupakan salah satu masalah dari berbagai masalah yang perlu untuk ditanggulangi secara bertahapa dan komprehensif.  Permasalahan lainnya terkait dengan kualitas air, pemanfaatan air tanah dan perubahan tutupan lahan di DAS Citarum Hulu.

Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah antara lain:
  • Penanaman kembali lahan kritis
  • Pengendalian pemanfaatan lahan 
  • Pengerukan sedimen Sungai Citarum
  • Perencanaan retensi
  • Perencanaan dan pembangunan terowongan Nanjung.
Pembuatan terowongan Nanjung merupakan konstruksi yang saat ini dilakukan, diharapakan dapat diselesaikan pada Desember 2019.  Anggaran pembangunan terowongan ini adalah Rp. 352,9 miliar, dikerjakan oleh KSO PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Terowongan Nanjung direncanakan dengan Panjang 230 meter, terdiri dari dua terowongan dengan diameter 8 meter.  Terowongan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran Sungai Citarum di ruas Nanjung dari 570 meter kubik perdetik menjadi 643 meter kubik per detik.  Dengan adanya peningkatan kapasitas ini, diharapkan durasi dan luas genangan banjir di kawasan Dayeuh Kolot dapat dikurangi.


Layout rencana trase terowongan dan bangunan pelengkap. (Sumber: Kemen. PUPR)

terowongan nanjung tunnel citarum banjir hulu jawa barat
Mulut terowongan Nanjung pada bagian outlet (?).


Sumber:
https://properti.kompas.com/read/2019/02/19/211210821/terowongan-pengendali-banjir-citarum-baru-21-persen
Google earth




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memelihara Ikan Hias dalam Akuarium Kecil