Reksadana


Dalam mencapai atau memenuhi suatu kebutuhan maka diperlukan suatu kemampuan finansial atau pembiayaan yang senilai dengan kebutuhan tersebut.  Ada jenis kebutuhan yang dapat kita penuhi pada saat diperlukan dengan cara atau upaya yang relatif mudah, pada umumnya ini adalah kebutuhan-kebutuhan yang rutin sehari-hari.  Ada juga kebutuhan yang mesti kita rencanakan jauh hari sebelumnya, yaitu kebutuhan yang memiliki nilai uang yang relatif mahal, misalnya mobil, rumah atau untuk biaya pendidikan.  Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut kita dapat mengajukan kredit; namun demikian tetap diperlukan biaya untuk pembayaran awal dan biaya-biaya lain.  Untuk mempersiapkan biaya awal ini juga memerlukan nilai yang lumayan besar.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut cara yang lazim adalah dengan menabung selama jangka waktu tertentu, untuk kemudian setelah mencapai jumlah tertentu tabungan tersebut dapat digunakan.  Mengingat kita memerlukan waktu untuk menabung, maka kita juga harus mengetahui apa yang terjadi terhadap mata uang kita terhadap waktu yang berjalan. 

Kita perlu megetahui bahwa seiring dengan berjalannya waktu maka nilai uang kita akan menurun (inflasi).  Pada saat ini nilai absolut yang sering dijadikan patokan adalah emas, karena emas ini jumlahnya terbatas.  Jika kita amati maka harga emas biasanya cenderung meningkat, karena jumlah terbatas dan yang membutuhkan bertambah banyak.  Dalam keseharian juga kita amati bahwa nilai tukar uang kita juga menurun terhadap waktu.  Sebagai contoh, apabila dengan uang Rp. 700,- pada tahun 1992 saya dapat membeli nasi bungkus lengkap dengan sayur dan ikan tongkol; maka di tahun 2018 saya perlu Rp. 10.000,- untuk bisa mendapatkan nasi bungkus yang sama.  Dengan demikian nilai uang selama selang waktu 26 tahun hanya tinggal 7% dari nilai pada tahun 1992.  Hal yang sama juga terjadi dengan tabungan kita, akan tergerus nilainya karena inflasi.  Inflasi pada 2018 adalah sekitar 3.1%, sedangkan bunga tabungan biasa adalah 0.7 hingga 2% pertahun; dengan demikian apabila kita membiarkan uang kita berada di tabungan, sebetulnya kita mengalami kerugian dalam hal nilai tukar riilnya. Nilai uang kita dalam angka akan bertambah karena ada bunga, namun dari nilai tukarnya akan menurun.

Untuk dapat mengurangi penurunan nilai tukar ini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan dengan segala keunggulan dan kerugiannya.  Untuk dapat mempertahankan nilai uang, maka kita dapat menggunakan atau menabung emas.  Namun perlu diketahui bahwa nilai beli dan nilai jual emas memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga perlu dihitung minimal berapa lama kita bisa menabung emas agar tidak mengalami nilai jual yang lebih rendah.  Agar kita mendapatkan nilai yang standar, sebaiknya kita menabung dalam bentuk logam mulia.

Alternatif yang lain adalah dengan reksadana.  Dalam reksadana ini, kita mempercayakan dana kita pada manajer investasi.  Manajer investasi ini akan mengelola dana kita pada beberapa jenis saham dengan tujuan untuk memperoleh pertumbuhan nilai yang optimal. Pertumbuhan nilai reksadana sangat beragam, berkisar antara 9 – 10%.  Namun untuk memilih reksadana ini calon investor harus melihat prospektus dari reksadana.  Perlu diperhatikan bahwa kinerja reksadana yang telah terjadi tidak mencerminkan apa yang akan terjadi, namun kita bisa gunakan sebagai pembanding terhadap kinerja reksadana yang lain.

Pada tulisan ini saya berbagi pengalaman dalam investasi reksadana.  Pada waktu saya memilih reksadana, saya menginginkan untuk memperoleh suatu besaran nilai setelah saya menempatkan dana saya pada reksadana.  Pengalaman saya menunjukkan kinerja sebagaimana pada grafik berikut.  Terlihat bahwa NAB dari reksadana yang saya pilih berfluktuasi.  Ini yang perlu kita sadari bahwa investasi reksadana ini cocok untuk jangka panjang.  Pengalaman saya, saya membeli reksadana saat NAB Rp. 2.750, dan menjual sebagian pada saat NAB Rp. 3.000, setelah 2 tahun, dengan demikian dari segi nilai terdapat kenaikan 9.1 % dalam waktu 2 tahun (rata-rata 4.55% pertahun).  Sebagian reksadana ini saya pindahkan ke Sukuk Tabungan, untuk memperkecil resiko dan memperoleh imbal hasil yang lebih pasti, yaitu 8.15% pertahun.     

reksadana syariah
  






         

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memelihara Ikan Hias dalam Akuarium Kecil