Banjir Bandang Jayapura

Pada Minggu dinihari, tanggal 17 Maret 2019 telah terjadi banjir bandang di Jayapura. Sampai kabar terakhir diberitakan hingga lebih dari 100 korban jiwa pada bencana alam ini.
Kota Jayapura secara topografis berada pada garis pantai disepanjang kaki pegunungan Cycloop. Sehingga secara alamiah merupakan area yang dilalui jalur sungai yang menuju ke Danau Sentani.
Keadaan topografi tersebut merupakan salah satu aspek yang dapat menyebabkan aliran banjir bandang disamping faktor lain yaitu curah hujan dan katakteristik abstraksi hujan pada daerah aliran sungai.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Lapusdatin dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, curah hujan yang mengakibatkan banjir di Jayapura mencapai 248 mm dalam jangka waktu tujuh jam.

Kondisi catchment area disampaikan mengalami perubahan sejak tahun 2003.  Perubahan yang terjadi disebabkan oleh kegiatan penebangan pepohonan untuk diambil kayunya, pembukaan lahan pemukiman, pertanian dan beberapa kegiatan galian tambang.  Luas lahan yang digunakan untuk pemukiman dan lahan pertanian kering campuran adalah sekitar 2.415 hektar.

Kondisi setelah banjir bandang Sentani, Jayapura, Papua, 17 Maret 2019 (BNPB)



Sumber informasi:
https://jawapos.com/jpg-today/19/03/2019/curah-hujan-ekstrem-di-jayapura, akses: 30 Maret 2019 2:28PM WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memelihara Ikan Hias dalam Akuarium Kecil